Airlangga Hartarto: Pacu Produksi Plastik Ramah Lingkungan 10 Kali Lipat

Jakarta, Inako
Pada bulan maret 2018 seorang penyelam Inggris, Rich Horner merekam kondisi laut di dekat Nusa Penida, Bali yang dipenuhi oleh sampah plastik dan videonya tersebar luas. Pemerintah pun mengakui bahwa kondisi sampah di lautan memang sudah mencemaskan.
Dalam video yang disebar lewat internet, Rich tampak berenang dan menyelam dengan ditemani oleh sampah-sampah plastik. Bahkan pada satu bagian, ia berenang di bawah sampah-sampah yang terapung.
"Saya pikir sampah-sampah ini berasal dari Indonesia. Tapi dengan banyaknya arus yang melintas di perairan ini, bisa saja sampah ini berasal dari utara, yakni Asia Tenggara," kata Rich.
Pemerintah menargetkan produksi plastik ramah lingkungan meningkat 10 kali lipat dalam 2 tahun.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan plastik ramah lingkungan ini disiapkan tidak hanya menggantikan untuk shopping bag tetapi juga packaging secara keseluruhan.
"Tidak hanya di pasar modern tetapi juga tradisional," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (25/6/2018).
Untuk itu, pemerintah akan memacu peningkatan produksi biodegradable plastic. Ditargetkan plastik jenis ini menyumbang hingga 5% dari jumlah kapasitas nasional saat ini sebesar 200 ribu ton per tahun.
"Konsumsi plastik di Indonesia mencapai 5 juta ton per tahun, dan baru 50 persen yang bisa dipenuhi dari industri dalam negeri," ungkapnya.
Airlangga juga menyampaikan, pihaknya tengah mendorong konsep ekonomi sirkular dari limbah plastik ini dengan prinsip yang dikenal sebagai 5R. Prinsip ini antara lain dilakukan melalui reduce atau pengurangan pemakaian material mentah dari alam.
Selain itu, juga melalui prinsip reuse atau optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali, daur ulang (recycle), perolehan kembali (recovery), dan perbaikan (repair). Melalui prinsip-prinsip tersebut ekstraksi material mentah dari alam jauh lebih efektif dan efisien. Selain itu limbah juga dapat dikurangi.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara menyampaikan secara garis besar pengendalian plastik dapat dilakukan melalui tiga cara. Lamgkah itu meliputi meminimalisir penggunaan produk berbahan plastik sekali pakai, menggunakan material alternatif yang lebih mudah terurai, dan melakukan daur ulang sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi.
TAG#Airlangga Hartarto, #Kemenperin, #Plastik
190313749
KOMENTAR