Ini Tujuan Integrasi Transaksi di Tol JORR

Inakoran

Friday, 22-06-2018 | 15:40 pm

MDN
Ilustrasi akses jalan tol lingkar luar Jakarta [is

Jakarta, Inako

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan tujuan pengintegrasian transaksi di tol lingkar luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) bukan untuk meningkatkan tarif melainkan meningkatkan layanan bagi pengguna jalan.

Sedianya, integrasi Tol JORR bersama dengan Jalan Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami sepanjang 72,17 kilometer (km) akan diberlakukan mulai 20 Juni 2018. Namun, kemudian ditunda karena masyaraat dinilai belum menangkap dengan baik tujuan pemerintah untuk melakukan integrasi.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi menjelaskan, tol JORR sepanjang 72,17 km dikelola oleh tiga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sehingga ada tiga kali transaksi jika melewati tol tersebut. Akibatnya, terjadi kemacetan di pintu masuk masing-masing tol.

Seksi I yang menghubungkan Penjaringan-Kebon Jeruk 9,5 km dikelola oleh PT Jakarta Lingkar Barat (JLB) dan dikenakan tarif Rp 7.500 untuk kendaraan golongan I. Adapun Seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan) dengan total panjang 45,37 km dikelola oleh PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan tarif Rp 9.500.

Sementara Jalan Tol Akses Tanjung Priok Seksi E-1, E-2, E-2A, NS (Rorotan-Kebon Bawang) sepanjang 11,4 km dikelola oleh PT Hutama Karya dengan tarif Rp 15.000.

"Dengan tiga kali transaksi, maka setiap masih di barrier gate menyebabkan kemacetan. Integrasi ini akan membuat membuat traksaksi sekali dan bisa menggunakan seluruh tol JORR. " kata Arie di Jakarta, Kamis (21/6).

Selain itu, lanjut Arie, kebijakan integrasi itu juga dilakukan karena desakan dari pengguna tol jasa logistik. Truk yang masuk dari Tanjung Priok harus melakukan beberapa kali transaksi dan biayanya mahal sehingga banyak truk yang tidak mau masuk tol dan memilih masuk ke jalan arteri sehingga menyebabkan kemacetan. 

Integrasi disatukan dengan tol Tol Pondok Aren-Bintaro Viaduct-Ulujami sepanjang 5,5 km yang dimiliki JSMR dengan tarif Rp 3.000 karena sering macet menuju tol JORR.

Dengan kebijakan integrasi itu, maka tarif sepanjang tol JORR 72,17 km akan dikenakan Rp 15.000. Akibatnya, kendaraan yang melakukan perjalanan jauh dari Tanjung Priok hingga Penjaringan hanya akan membayar Rp 15.000 dari semula harus membayar Rp 34.000. Namun, konsekuensinya, kendaraan dengan perjalanan pendek yang masuk dari Pondok Aren menuju Kebon Jeruk yang semula membayar Rp 3.000 ditambah Rp 9.500 maka setelah integrasi akan membayar Rp 15.000.

 

 

KOMENTAR