Jokowi Punya Alasan Kuat Pertahankan Airlangga

Jakarta, Inako –
Presiden Joko Widodo mempunyai alasan yang kuat mempertahankan Airlangga Hartarto sebagai menteri Perindustrian, meski yang bersangkutan telah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar dalam Munaslub Desember tahun lalu.
Menurut Jokowi ada dua alasan mengapa dirinya mengizinkan Airlangga rangkap jabatan.
Pertama, masa kerja kabinet kerja Jokowi hanya tersisa dua tahun. Jika Airlangga harus diganti, maka menteri yang baru akan membutuhkan waktu beradaptasi beberapa bulan untuk posisi tersebut.
Alasan kedua, ada banyak kebijakan penting dan strategis yang harus perin yang harus digariskan dan segera dijalankan oleh seorang menteri di kemenperin itu.
Jika posisi itu diganti orang baru, kata Jokowi, hal itu akan membutuhkan waktu beradaptasi bagi menteri yang baru itu untuk kebijakan penting yang seharusnya segera diputuskan.
Karena itu, Presiden Joko Widodo tetap mengizinkan Airlangga Hartarto untuk rangkap jabatan sebagai Menteri Perindustrian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar.
"Kita tahu Pak Airlangga ini kan di dalam, sudah jadi menteri. Ini kan tinggal satu tahun saja praktis ini kita. Kalau ditaruh orang baru ini belajar bisa enam bulan, kalau enggak cepat bisa setahun kuasai itu," kata Jokowi usai melantik menteri dan pejabat baru hasil reshuffle kabinet jilid III, di Istana Negara, Rabu (17/1/2018).
Airlangga mulai bergabung ke kabinet pada reshuffle Jilid II, Juli 2016 lalu. Ia menggantikan politisi Partai Hanura Saleh Husin.
"Jangan sampai dalam kondisi ini berubah dan yang baru bisa belajar lebih (lama), ini kementerian yang tidak mudah," kata Jokowi.
Namun, pada Desember 2017, ia terpilih sebagai ketua umum Partai Golkar. Airlangga menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.
TAG#Jokowi, #Airlangga, #Menperin
190313733
KOMENTAR