Panen Raya Jagung Manis Hasil Inovasi dan Aplikasi Pupuk Organik di Pancawati, Bogor

Sifi Masdi

Monday, 19-01-2026 | 11:12 am

MDN
Kegiatan Panen Raya Jagung Manis  di Pancawati, Bogor [inakoran]

 

 

Bogor, Jakarta

Kolaborasi antara PT. Global Timur Nusantara ( GTN) dan Ase Kae Lingko Manggarai (AK5) dan  PT Formula TOP Indonesia (FTI) berdampak signifikan dalam pengembangan teknologi pertanian, terutama dalam penanaman jagung. Kelompok ini bekerja sama  dalam melakukan inovasi dan aplikasi pupuk organik, dan berhasil melakukan Panen Raya Jagung Manis.

 

Kegiatan panen raya ini berlangsung di atas atas lahan sekitar  tiga hektar milik Chandra Bisawan.  Lokasinya berada di lereng hijau Puncak Halimun, Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

 

Kegiatan panen raya jagung [inakoran]

 

Kegiatan panen jagung di lokasi tersebut dilakukan secara bertahap setiap hari sejak 11 Januari 2026.  Hal ini disebabkan karena masa panen tiap pohon jagung khususnya jagung manis memang bertahap.  Secara  keseluruhan hasil panennya mencapai sekitar 20-an ton.

 

Pembukaan lahan ini adalah kolaborasi beberapa pihak yaitu PT. Global Timur Nusantara ( GTN) dan Ase Kae Lingko Manggarai (AK5) sebagai pengelola lahan,  PT Formula TOP Indonesia (FTI) yang mensuplai dan  memproduksi Pupuk Formula 100+ dan pemilik lahan Chandra Bisawan.

 

"Ini hasil kolaborasi beberapa pihak sebagai uji coba. Kami sebagai pengelola, yang didukung oleh produsen Pupuk Formula 100+ dan kesediaan pemilik lahan Bapak Chandra,” kata Samuel, Direktur  GTN.

 

Hal senada juga disampaikan Ketua AK5, Yohanes Aben. "Ini bukti nyata penggunaan pupuk Formula 100+ sangat efektif pada tanaman jagung, yang  dalam tempo tiga bulan sudah bisa panen dengan hasil yang sangat baik," ujar Aben.

 

Sementara itu, salah satu manajer  pemasaran Pupuk Formula 100+, Leonardus Halim Jemadu,  menjelaskan  bahwa  pupuk Formula 100+ sudah teruji efektif untuk meningkatkan hasil panen, tidak  saja pada tanaman jagung tetapi juga  tanaman lainnya seperti padi, bawang, cabe, sayur-sayuran dan bahkan untuk tanaman keras. 'Yang penting, tahu cara pemakaiannya dan tahapan-tahapannya."

 

Pupuk Formula 100+, katanya, sudah digunakan di sejumlah daerah di Indonesia. Dari pengalaman para petani yang sering dijumpainya, aplikasi pupuk  Formula 100+ sangat efektif untuk meningkatkan hasil dan kualitas panen serta mempercepat masa panennya.

 

Doa Syukuran Panen

Kegiatan panen dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Hadir manajemen GTN, para  Pengurus AK5 dan  PT Formula Top Indonesia.  Acara panen raya ini diawali dengan doa bersama untuk mensyukuri atas hasil   panen, kemudian dilanjutkan dengan pemanenan jagung  secara massal. 

"Ini bukan sekadar panen biasa, tapi momentum untuk membangun optimisme bahwa  hasil pertanian apa pun jenis tanamannya dapat ditingkatkan. "Saya senang, lahan saya ini bisa produktif dan bisa dimanfaat sesuai peruntukannya yakni untuk lahan pertanian," katanya.

Panen raya jagung manis [inakoran]

 

Proses Penanaman

Proses penanaman hingga panen jagung ini memakan waktu sekitar kurang lebih 90 hari. Bibit jagung varietas unggul ditanam pada pertengahan  Oktober tahun lalu, dengan jarak tanam 70 × 20 cm untuk memastikan sirkulasi udara optimal.

 

Setelah berusia dua minggu jagung ini disirami pupuk Formula 100+ (sejenis serum) yang dicampur dengan air. Setiap satu tutup botol serum dicampur dengan 16 liter air kemudian disiramkan pada tanaman jagung.  Penyemprotan dilakukan tiga kali  setiap dua minggu sekali.

"Pupuk ini sangat efisien karena satu botol cukup untuk satu hektar lahan," kata Leo.

 

Pupuk Formula 100+ adalah pupuk organik yang bekerja dengan cara merangsang aktivitas mikroba tanah yang meningkatkan penyerapan nutrisi, sehingga tanaman jagung tumbuh lebih cepat dan tahan terhadap hama seperti ulat grayak atau penyakit busuk batang.

"Keunggulan pupuk ini adalah 100% alami, tanpa residu kimia berbahaya.

 

Hasil panen kali ini diborong oleh pembeli yang datang  langsung ke lokasi panen. Konon, mereka adalah pengepul yang  menjual kembali ke pedagang-pedagang di daerah Bogor.

 


 

 

 

KOMENTAR