Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini: Selasa, 28 Mei 2024

Sifi Masdi

Tuesday, 28-05-2024 | 09:31 am

MDN
Ilustrasi pergerakan saham di lantai bursa [ist]

 

 

 

Jakarta, Inakoran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin (27/5)  melemah 0,64% ke level 7.176,42. Menurut Aditya Prayoga, Research Analyst Phintraco Sekuritas, IHSG berpotensi kembali melemah pada perdagangan Selasa (28/5).

 

Aditya menjelaskan bahwa secara teknikal, IHSG menunjukkan potensi ‘death cross’ yang diiringi dengan penyempitan positive slope MACD dan Stochastic RSI yang cenderung bergerak turun menuju area oversold setelah menembus area pivotnya. “Dengan demikian, IHSG berpotensi melemah dengan menguji support MA20 di area 7.150 pada Selasa (28/5),” jelas Aditya.

 

Ada sejumlah sentimen yang akan mempengaruhi IHSG hari ini. Di antaranya adalah pelemahan pasar domestik sebagai respons terhadap risalah The Fed tentang kebijakan pemangkasan suku bunga saat inflasi mencapai 2%. Menurut survei CMEFedWatchtool, kepercayaan ekonom untuk menahan kebijakan tersebut mencapai 50,20%, sementara kebijakan pemangkasan mendapat dukungan sebesar 44,90%.

 


 

BACA JUGA: 

Saham BREN Milik Prajogo Pangestu Kena Suspensi: Apa Pemicunya?

BEI Hentikan Perdagangan Saham BREN Milik Prajogo Pangestu

Rupiah Kembali Merayap: Bertengger di Posisi Rp 16.030/US$

Rekomendasi Saham  Pilihan Awal Pekan Ini 

Diminta Rakernas V, Megawati Bakal Pimpin PDI Perjuangan hingga 2030

 


 

Selain itu, rilis data M2 Money Supply bulan April turun menjadi 6,90% dari bulan sebelumnya yang berada di level 7,20%. “Penurunan ini dipengaruhi oleh suku bunga yang tinggi dalam dua bulan terakhir,” ujar Aditya.

 

 

 

Dari perspektif global, investor sedang menantikan rilis data CB Consumer Confidence bulan Mei yang diperkirakan akan mengalami penurunan ke level 96.00 dari bulan sebelumnya yang berada di level 97.00. Penurunan ini dianggap sebagai indikasi pesimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi. Bersamaan dengan data tenaga kerja yang kurang memuaskan, hal ini dapat berpotensi mengakibatkan penurunan dalam pengeluaran masyarakat.

 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 7.136 dan resistance 7.266 pada Selasa (28/5). Ia mengatakan pada Selasa (28/5) IHSG masih dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas dunia.

 

Sementara itu, Analis Phillip Sekuritas Indonesia Joshua Marcius memprediksi IHSG masih akan cenderung melemah dalam kisaran support 7.070 dan resistance 7.375. Menurutnya, sentimen yang akan berpengaruh terhadap pergerakan IHSG ke depan adalah rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) Price Index.

 

Namun, Head of Research Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwijaya memperkirakan IHSG pada Selasa (28/5) berpotensi konsolidasi menguat dengan kisaran 7.150-7.200.

 

Menurutnya, hal ini didorong oleh sentimen positif untuk sektor teknologi yang berpotensi masih berlanjut setelah indeks Nasdaq mencetak rekor baru di Jumat lalu meski The Fed bernada hawkish pada risalah rapat terakhir.

 

Cheryl merekomendasikan untuk membeli saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan target harga Rp 1.500 per saham dan stop loss Rp 1.350 serta membeli saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan target harga Rp 1.450 dan stop loss Rp 1.380.

 

Sementara Herditya merekomendasikan untuk mencermati saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan target harga Rp 76-Rp 81, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) dengan target harga Rp 595-Rp 620 dan PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target harga Rp 22.950-Rp 23.500.

Kemudian Joshua merekomendasikan untuk mencermati saham PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) dengan resistance Rp 960 dan support Rp 850, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dengan resistance Rp 1.185 dan support Rp 945, serta PT Kota Satu Properti Tbk (SATU) dengan resistance Rp 160 dan support Rp 146.

 

Dislaimer:

Perlu diingat bahwa investasi di pasar saham selalu melibatkan risiko. Oleh karena itu, selalu lakukan penelitian Anda sendiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional sebelum membuat keputusan investasi.

KOMENTAR